Secara sederhana, investasi adalah kegiatan penanaman modal untuk tujuan memperoleh keuntungan di masa depan. Keuntungan di masa depan ini adalah kata kunci penting yang akan meningkatkan kondisi keuangan Anda.

Investasi sebaiknya dilakukan sejak dini agar tujuan finansial bisa tercapai. Dengan berinvestasi sejak dini, Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menghasilkan keuntungan.

Perlu dipahami bahwa keuntungan di dalam investasi sifatnya tidak bisa ditebak. Oleh karena itu, di sinilah penting bagi Anda untuk memilih instrumen investasi yang cocok. Instrumen investasi yang sesuai dengan rencana dan kebutuhan Anda.

Lima jenis investasi

Sebelum Anda memutuskan untuk investasi, Anda perlu mengenal jenis-jenis investasi yang menguntungkan. Berikut ini adalah lima jenis investasi yang populer dan menguntungkan di Indonesia.

1. Emas

Investasi emas memiliki resiko yang relatif rendah. Sama seperti deposito. Anda yang tertarik dengan investasi fisik dengan nilai intrinsik yang jelas, emas bisa jadi pilihan yang cukup menarik. Nilai emas cenderung stabil dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Jika Anda berinvestasi emas, sebaiknya memilih emas batangan. Nilai emas batangan murni dinilai dari beratnya. Berbeda dengan emas perhiasan.

Untuk penyimpanan, Anda bisa menyimpannya sendiri di rumah atau menyewa deposit box di bank.

Saat ini, Anda bisa berinvestasi emas lewat aplikasi. Anda tidak harus membeli emas batangan dengan berat minimal 0,5 gram atau 1 gram. Lewat aplikasi Anda bisa membeli emas mulai dari Rp 100 ribu.

2. Deposito

Deposito mirip seperti tabungan. Ada dua hal yang membedakannya, yaitu : tingkat suku bunga dan adanya waktu jatuh tempo.

Suku bunga deposito lebih tinggi jika dibandingkan bunga tabungan biasa. Secara umum, bunga deposito ada di kisaran 5-6% per tahun. Beberapa bank ada yang menawarkan suku bunga di atas 6% per tahun.

Meski memiliki suku bunga yang lebih tinggi, uang yang Anda investasikan ke deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu seperti tabungan. Ada tenor yang mengikat. Sebelum deposito tersebut jatuh tempo, Anda tidak bisa mengambilnya.

Tenor deposito sangat beragam. Setiap bank memiliki kebijakan masing-masing. Secara umum, rata-rata bank menyediakan tenor maksimal 12 bulan. Beberapa bank ada juga yang menawarkan tenor deposito sampai 24 bulan.

Risiko deposito yang rendah membuat deposito ini sering dipilih investor pemula.

Dalil yang sangat populer di dunia investasi berbunyi high risk hig return (resiko tinggi pengembalian tinggi).

3. Properti

Investasi properti memiliki beberapa kesamaan dengan investasi emas. Ada benda fisik yang Anda beli. Nilai properti terus mengalami peningkatan setiap tahunnya

Ada dua model investasi properti yang bisa Anda gunakan. Cara yang paling sederhana adalah dengan membeli tanah, membangun properti di atasnya dan menjualnya saat harga dinilai sudah cukup tinggi. Sedangkan untuk cara kedua, Anda bisa menyewakan properti untuk mendapatkan pemasukan.

Yang perlu diperhatikan adalah risiko seperti kerusakan bangunan. Properti adalah aset yang bisa rusak oleh waktu. Anda harus merawatnya agar nilainya tetap terjaga. Biaya perawatan yang sudah dikeluarkan ini nantinya juga perlu dipertimbangkan saat hendak menjual properti.

Investasi properti termasuk investasi jangka panjang. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda harus menahannya dalam waktu yang cukup panjang. Misalnya di atas lima tahun.

4. Reksa Dana

Secara sederhana, reksa dana adalah instrumen investasi di mana dana dari beberapa investor dikumpulkan menjadi satu untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar modal.

Reksa dana sendiri terbagi menjadi lima jenis, yaitu : reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana index.

Setiap jenis reksa dana memiliki potensi dan risiko yang berbeda beda. Untuk risiko terendah ada reksa dana pasar uang. Sedangkan untuk potensi return terbesar dengan risiko yang juga tidak kalah tinggi adalah reksa dana saham.

Reksa dana cukup populer di kalangan investor. Khususnya investor pemula yang memiliki keterbatasan dana. Reksa dana dapat dibeli mulai dari nominal Rp 100 ribu.

5. Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Saat Anda membeli saham, pada dasarnya Anda membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut.

Semakin banyak saham yang Anda beli, semakin besar pula persentase kepemilikan perusahaan yang Anda dapatkan.

Return investasi saham berasal dari dividen dan pertumbuhan nilai saham itu sendiri. Dividen adalah keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Tidak semua perusahaan membagikan dividen kepada investornya. Beberapa perusahaan ada yang menggunakan laba yang didapat untuk mengembangkan bisnisnya.

Jika dibandingkan dengan empat jenis investasi sebelumnya, risiko investasi saham terbilang yang paling tinggi. Butuh pemahaman dan analisa yang cukup mendalam sebelum Anda memutuskan untuk membeli saham sebuah perusahaan.

Kesimpulan

Investasi merupakan cara untuk melindungi kekayaan sekaligus meningkatkan jumlahnya. Investasi memiliki resiko. Dalil yang sangat populer di dunia investasi berbunyi high risk hig return (resiko tinggi pengembalian tinggi).

Sebelum Anda mulai berinvestasi, Anda harus menentukan tujuan dari investasi itu sendiri. Selain itu, Anda perlu memahami profil risiko Anda. Dari kedua informasi ini, Anda bisa menentukan jangka waktu dan jenis investasi yang sebaiknya dipilih.

Selamat berinvestasi.

(©DPS)

0 0 votes
Article Rating
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments