Sebelum membuat copywriting, Anda perlu memahami sisi psikologis pembaca. Kenapa? Agar copywriting Anda powerful.

Baca juga: Kenapa Anda harus memahami psikologis pembaca sebelum membuat copywriting?

Bagaimana cara memahami psikologis pembaca agar copywriting Anda menarik dan powerful?

Ada tiga hal mendasar yang perlu Anda ketahui.

Pertama: Mempengaruhi bukan Menyuruh

Tujuan copywriting adalah untuk mempengaruhi orang melakukan sesuatu. Dalam hal ini membeli produk atau jasa.

Mempengaruhi tidak sama dengan menyuruh.

Sebagai pebisnis online, disadari atau tidak, mungkin Anda sering melakukan hard selling. Jualan tanpa basa-basi. Anda menyuruh orang untuk membeli produk atau jasa Anda.

Hard selling identik dengan menyuruh.

Contoh: Anda menghubungi teman karena urusan bisnis.

Hai bro, bantu teman dong. Aku baru buka bisnis nih. Kamu beli dong produk aku biar bisnis aku lancar.

Ini adalah kalimat hard selling. Blak-blakan, to the point. Anda disuruh beli. Ada kalimat perintah untuk membeli: Kamu beli dong produk aku biar bisnis aku lancar.

Kalimat hard selling adalah kalimat perintah, kalimat suruhan, bukan kalimat mempengaruhi. Kalimat seperti itu cenderung ditolak oleh pembaca. Hard selling kurang disukai pembeli.

Meski tidak langsung ditunjukkan, calon pembeli Anda akan mikir-mikir dulu. Mereka akan mencari alasan yang pas untuk menolaknya. Mereka tidak langsung membeli saat itu juga. Apalagi jika ini adalah penawaran perdana kepadanya. Kecuali ada unsur khusus, seperti tidak tega.

Kenapa? Karena adanya paradoks persuasi.

Apa itu paradoks persuasi?

Paradoks persuasi adalah usaha mempengaruhi yang pada akhirnya malah menghasilkan kenyataan yang bertentangan, antara mempengaruhi dan menyuruh.

Dalil paradoks persuasi yaitu semakin keras Anda berusaha untuk mempengaruhi seseorang, semakin kecil pengaruh yang Anda hasilkan.

Kok bisa?

Begini ceritanya. Misalkan Anda sedang mempengaruhi seseorang. Ambisi Anda untuk mempengaruhi orang itu sangat besar. Karena ambisi yang sangat besar itu,  tujuan Anda untuk mempengaruhi ujung-ujungnya malah menyuruh orang tersebut. Di sinilah paradoks persuasi itu terjadi.

Awalnya Anda mempengaruhi lalu berubah menjadi menyuruh. Akibatnya, pengaruh yang Anda hasilkan semakin kecil.

Kenapa ada paradoks persuasi?

Karena paradoks persuasi adalah psikologi dasar manusia. Semua manusia memiliki rasa seperti itu.

Pada dasarnya, manusia tidak suka diberitahu tentang apa hal yang harus dilakukan. Alias tidak suka disuruh-suruh.

Bayangkan saat Anda sedang asik main HP, menonton TV, atau membaca buku. Lalu tiba-tiba, saudara Anda menyuruh merapikan kamar. Apa respon Anda? Umumnya, Anda akan menjawab: entar dulu, lagi nanggung, bentar lagi, iya (tapi Anda tidak lekas beranjak).

Hal ini wajar. Ini adalah respon yang keluar secara reaktif. Anda cenderung mau menentangnya dengan bentuk banyak alasan itu.

Secara alami, pada umumnya manusia akan cenderung menentang kalimat suruhan. Mereka tidak suka disuruh-suruh.

Nah, sekarang Anda sudah tahu dasar pertama dari copywriting, yaitu: mempengaruhi bukan menyuruh. Anda bisa mencoba untuk membuat copywriting tanpa menggunakan kalimat suruhan. Tidak hard selling. Atau jualan tanpa basa-basi.

Dasar copywriting yang pertama ini perlu Anda sadari lebih awal. Karena banyak yang tidak menyadari ini. Sehingga saat Anda membuat copywriting, sudah capek-capek mikir, nulis, pas diposting eh gak ngefek apa-apa. Sayang banget kan?

Cara mempengaruhi orang tanpa menyuruh

Bagaimana caranya agar Anda bisa mempengaruhi seseorang tetapi tanpa menyuruhnya untuk membeli produk Anda?

Caranya:

  1. Bantu calon pembeli Anda untuk menemukan alasan mereka sendiri.
  2. Pastikan keputusan membeli mereka karena alasan mereka sendiri.

Menyuruh membeli dengan membantu pembeli menemukan alasan sehingga mereka mau membeli produk Anda itu jelas berbeda.

Menyuruh itu sifatnya to the point. Ayo beli produk aku biar laris. Ajakan ini terkesan memikirkan diri Anda sendiri (biar laris).

Padahal di dalam berjualan, Anda menawarkan sesuatu kepada pembeli. Di mana produk atau jasa Anda adalah sebuah solusi untuk masalah mereka.

Yang harus Anda pikirkan adalah masalah yang ada pada target market. Bukan masalah Anda (jualan laris).

Anda perlu membantu pembeli untuk menemukan alasan mereka sendiri. Agar mereka membeli produk Anda. Sehingga keputusan membeli mereka itu karena alasan mereka sendiri. Bukan karena terpaksa.

Bagaimana pengemasan kalimatnya?

Ada banyak caranya di dalam ilmu copywriting.

(Bersambung)

Image by Mohamed Hassan from Pixabay

0 0 votes
Article Rating
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments