Kenapa copywriting yang Anda buat belum ngefek? Mungkin ada langkah-langkah yang belum optimal. Atau jangan-jangan ada strategi yang belum Anda ketahui.

Jika Anda bingung saat membuat copywriting, Anda bisa menggunakan jurus AIDA untuk memulainya. Jurus ini terbukti ampuh karena sudah banyak dijalankan oleh marketer di dunia online.

Apa itu AIDA? Apakah ia nama orang atau nama penyanyi dangdut?

Bukan, AIDA  adalah kepanjangan dari : Attention (Perhatian), Interest (Minat), Desire (Keinginan), Action (Tindakan).

Makanan apa itu?

Begini ceritanya:

1. Attention (Perhatian)

Konten yang Anda buat harus menarik perhatian. Dalam waktu singkat, konten Anda harus bisa memikat pengunjung. Pengunjung tidak memiliki waktu lama untuk memahami konten Anda.

Tiga detik pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.

Impresi pertama ini cukup penting. Jika Anda gagal di tahap ini, konten Anda tidak akan dibaca. Jika Anda tidak bisa membuat pembaca terpikat dalam waktu singkat (tiga detik) maka Anda akan kehilangan pembaca tersebut.

Apakah Anda bingung cara menarik perhatian pengunjung? Tenang, Anda tidak sendirian. Ada banyak orang juga belum tahu cara menarik perhatian.

Bagaimana cara menarik perhatian pengunjung?

Ada tiga hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  1. Judul harus menarik

  2. Foto atau Ilustrasi harus menarik

  3. Teras konten (kalimat pembuka) harus menarik

Untuk bisa membuat konten yang menarik sangat sederhana. Pertama, buatlah judul yang menarik. Judul adalah pintu konten. Tempat pengunjung masuk ke dalam konten. Judul lah yang akan dibaca pengunjung pertama kali.

Kedua, buatlah foto atau ilustrasi yang menarik. Selain judul, foto atau ilustrasi juga akan dilihat pengunjung saat pertama kali. Foto atau ilustrasi adalah judul dalam bentuk gambar. Tidak semua pengunjung mudah tertarik perhatiannya oleh teks, ada yang mudah tertarik dengan gambar.

Ketiga, buatlah kalimat pembuka yang menarik. Setelah membuat judul dan foto yang menarik, tugas Anda berikutnya adalah membuat kalimat pembuka yang menarik. Sehingga pengunjung tidak berhenti di judul saja. Dengan kalimat pembuka yang menarik, pengunjung akan membaca konten Anda lebih banyak.

Ibarat makan, judul dan foto adalah suapan pertama. Kalimat pembuka itu suapan kedua.

Saat suapan kedua dirasa sama enaknya dengan suapan pertama, pengunjung akan melanjutkan ke suapan ketiga, dan seterusnya. Sehingga tanpa terasa mereka akan menghabiskan konten Anda.

2. Interest (Minat)

Konten Anda harus bisa menarik minat pengunjung. Setelah mendapatkan perhatian, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara menarik minat pengunjung. Di sini diperlukan strategi konten yang lebih spesifik.

Buatlah konten yang bisa memberikan solusi atas masalah pengunjung. Saat membaca konten Anda, buatlah pengunjung berpikir bahwa mereka akan menemukan solusi.

Bagaimana caranya?

Ada dua hal yang mesti Anda perhatikan, yaitu:

  1. Data fakta

  2. Contoh kasus

Data dan fakta akan membuat konten lebih berbobot dan meyakinkan. Pengunjung akan mendapat gambaran lebih besar. Dengan data dan fakta, pengunjung mendapat informasi yang lebih detail. Informasi yang lengkap.

Sedangkan contoh kasus membuat konsep yang rumit menjadi sederhana. Contoh kasus akan membuat pengunjung lebih mudah memahami dan mengerti. Dengan contoh kasus, pengunjung bisa menyerap konten lebih mudah.

3. Desire (Keinginan)

Konten Anda harus bisa membangkitkan hasrat (keinginan) pengunjung. Setelah Anda mendapatkan perhatian pengunjung, kemudian berhasil menarik minat mereka, langkah berikutnya adalah Anda mesti membuat mereka benar-benar menginginkan produk Anda.

Di tahap ini, emosi dan logika pengunjung menjadi faktor kunci. Anda bisa mengelola emosi dan logika pengunjung.

Ketika pengunjung logika dan emosinya sudah memuncak, dalam arti sudah tidak sabar ingin membeli produk Anda, maka konversi tinggal selangkah lagi.

Bayangkan anak kecil yang merengek minta dibelikan mainan. Di sinilah desire itu berfungsi dengan baik.

Bagaimana cara membangkitkan hasrat (keinginan) pengunjung? Ada satu hal yang harus Anda perhatikan, yaitu: sampaikanlah manfaat.

Orang tidak sekadar mencari produk tetapi mencari manfaat. Sebaik-baik produk adalah yang memberikan manfaat.

Pada akhirnya, pengunjung hanyalah mencari manfaat. Jika mereka membeli produk Anda, manfaat apa yang akan mereka dapatkan. Seimbangkah harga yang harus dibayarkan dengan manfaat yang akan didapatkan.

Jika pengunjung sudah membaca konten Anda dari attention sampai desire, mereka adalah pengunjung yang potensial. Selangkah lagi mereka akan menjadi pembeli. Meski demikian, Anda jangan buru-buru menjual produk. Tujuan utama Anda adalah menawarkan solusi. Fokuslah pada manfaat yang akan didapatkan orang dari produk Anda.

4. Action (Tindakan)

Tahap akhir adalah membuat pengunjung mengambil tindakan. Setelah pengunjung membaca konten Anda dari attention, interest, dan desire, sekarang saatnya mereka mengambil tindakan.

Beritahu pengunjung apa yang harus dilakukan jika mereka ingin mengambil tindakan. Apakah mengisi form pembeli, mengisi form pendaftaran, mengunjungi link toko, mengklik link download, atau menghubungi kontak Anda. Langkah ini disebut juga Call to Action (CTA).

Tidak semua pengunjung akan mengambil tindakan sekarang. Sebagian dari mereka akan menunda dan pada akhirnya tidak jadi membeli, daftar, atau menghubungi Anda.

Strategi CTA yang tepat sangat diperlukan untuk mengantisipasi pengunjung yang suka menunda action. Misalnya: berikanlah diskon, free trial, garansi uang kembali, dan batasi program tersebut dalam waktu tertentu (3 hari, 5 hari, 1 minggu).

Nah sekarang Anda sudah mengerti dan memahami struktur copywriting dengan jurus AIDA. Langkah selanjutnya adalah action. Langkah inilah yang paling penting. Mulailah action dari sekarang, sekarang, dan sekarang. Jangan menunda. Tanpa action tidak akan terjadi apa-apa. Selamat action.

Jakarta, 03/05/2021 22.01

Image by John Conde from Pixabay

0 0 votes
Article Rating
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments